Pengelolaan hutan membutuhkan pendekatan yang terarah agar manfaat ekonomi tetap berjalan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan dan kepentingan masyarakat. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah Sustainable Forest Management (SFM) melalui standar Forest Stewardship Council (FSC). Untuk pengelola hutan skala kecil, terdapat standar khusus yang menjadi acuan, yaitu FSC-STD-RAP-IDN-01-2022 Regional Forest Stewardship Standard for Smallholders in Indonesia.
Standar ini menjadi bagian dari perhatian terhadap pengelolaan hutan oleh smallholders atau pemilik dan pengelola hutan skala kecil di Indonesia. Pendekatan tersebut membantu kegiatan pengelolaan hutan dilakukan secara lebih bertanggung jawab dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Mengenal SFM FSC untuk Smallholders
SFM FSC merupakan pendekatan pengelolaan hutan yang menempatkan keberlanjutan sebagai bagian penting dalam kegiatan operasional. MK Academy menjelaskan bahwa SFM FSC berkaitan dengan pengelolaan hutan yang bertanggung jawab secara ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penerapannya juga mencakup berbagai prinsip yang perlu diperhatikan oleh pengelola hutan.
Bagi smallholders, standar regional dapat membantu memberikan gambaran yang lebih sesuai dengan kondisi pengelolaan hutan skala kecil. Hal ini penting karena karakteristik, kemampuan pengelolaan, kondisi sosial, serta kebutuhan setiap wilayah bisa berbeda.
Apa yang Perlu Diperhatikan?
Penerapan SFM FSC tidak hanya berkaitan dengan hasil hutan. Pengelola juga perlu memahami bagaimana menjaga nilai lingkungan, memperhatikan kondisi sosial masyarakat, memenuhi ketentuan yang berlaku, serta menjalankan kegiatan pengelolaan secara terencana.
Salah satu aspek yang tidak dapat dipisahkan adalah perlindungan terhadap nilai konservasi. MK Academy juga memiliki program mengenai High Conservation Value Forest (HCVF) yang membahas identifikasi, penilaian, penyusunan program, dokumentasi, konsultasi publik, hingga monitoring dan evaluasi.
Pemahaman seperti ini dapat membantu pengelola melihat hutan secara lebih menyeluruh. Hutan bukan hanya sumber bahan baku, tetapi juga memiliki fungsi ekologis dan sosial yang perlu dijaga dalam jangka panjang.
Pentingnya Kompetensi Pengelola Hutan
Penerapan standar akan lebih mudah dilakukan apabila tim yang terlibat memahami persyaratan dan cara penerapannya. Mulai dari memahami prinsip SFM, melakukan gap analysis, menyiapkan dokumen, sampai melakukan monitoring kegiatan di lapangan.
MK Academy menyediakan program Pendampingan SFM FSC yang mencakup gap analysis, pendampingan pemenuhan persyaratan, serta pelatihan bagi karyawan agar mampu memahami dan menerapkan SFM FSC dalam kegiatan pengelolaan hutan.
Program SFM FSC juga tercantum dalam kategori pelatihan Forestry MK Academy. Pada jadwal pelatihan 2026, topik “SFM FSC Regional Forest Stewardship Standard for Smallholders in Indonesia FSC-STD-RAP-IDN-01-2022” menjadi salah satu program yang ditawarkan.
Pelatihan SFM FSC Bersama MK Academy
Memahami FSC-STD-RAP-IDN-01-2022 dapat menjadi langkah penting bagi pemilik hutan, pengelola hutan, perusahaan kehutanan, koperasi, pendamping, maupun tenaga profesional yang terlibat dalam pengelolaan hutan skala kecil.
MK Academy sebagai FSC Promotional License Holder secara rutin menyediakan pelatihan untuk membantu peserta memahami penerapan standar FSC FM dan FSC CoC.
Melalui pelatihan SFM FSC, peserta dapat memperkuat pemahaman mengenai standar, penerapan pengelolaan hutan yang bertanggung jawab, dokumentasi, serta aspek lingkungan dan sosial yang perlu diperhatikan.
Ingin memperdalam SFM FSC dan FSC-STD-RAP-IDN-01-2022? MK Academy menyediakan program pelatihan dan pendampingan bidang forestry yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan maupun organisasi. Informasi program dapat dilihat melalui https://mkacademy.id/product/pendampingan-sfm-fsc/ atau menghubungi MK Academy untuk mendapatkan informasi jadwal dan program pelatihan.
